JAKmove
Rapor mobilitas Jakarta yang dinilai bukan cuma dari halte dan rute, tapi dari pengalaman warganya sendiri. Dari rasa aman saat jalan kaki, kemudahan akses transportasi, sampai keberpihakan pada kelompok rentan.
Dimensi Data
Variabel Data
Sumber Data
Record Data
Mobilitas yang Multi-perspektif
Indeks ini tidak hanya menghitung rute atau halte, tetapi juga bagaimana warga merasakan perjalanan mereka. Dari rasa aman hingga keberpihakan pada kelompok rentan.
Berbasis Data dan Rasa
JAKmove menggabungkan data spasial, survei, scraping media sosial, hingga analisis sentimen untuk membangun indeks mobilitas yang menyentuh aspek teknis sekaligus emosional.
Kolaboratif dan Terbuka
Dengan membuka data dan membangun gerakan bersama lintas sektor dari pemerintah, akademisi, swasta, hingga komunitas, mobilitas Jakarta bisa lebih adil, nyaman, dan manusiawi.
Tentang Kami
JAKmove (Jakarta Mobility Experience Index) merupakan sebuah inisiatif independen yang mengukur kualitas mobilitas perkotaan di Jakarta secara holistik dan partisipatif. Berbeda dari pendekatan konvensional yang hanya menitikberatkan pada aspek fisik infrastruktur transportasi, JAKmove menghadirkan indeks yang mencerminkan pengalaman nyata warga dalam bermobilitas.
-
Mengukur melalui lima dimensi utama
JAKmove mengintegrasikan dimensi yang komprehensif sehingga lebih menyeluruh.
-
Menggabungkan 12 sumber data beragam
Menggunakan data dari Survei BPS seperti Sakernas dan Survei Komuter, data spasial dari Google Maps dan OSM, hingga crowdsourced insights. Pendekatan ini menjadikan analisis mobilitas yang kuantitatif, menangkap pengalaman, dan persepsi warga.
Dimensi Indeks
Indeks JAKmove disusun berdasarkan lima dimensi utama yang merefleksikan mobilitas secara holistik
Aksesibilitas Transportasi Publik
Mengukur sejauh mana warga dapat dengan mudah mengakses moda transportasi seperti TransJakarta, MRT, dan KRL dari tempat tinggal mereka.
Utilisasi & Efisiensi Sistem
Menilai seberapa optimal sistem transportasi digunakan, termasuk moda yang dipilih, waktu tempuh harian, dan kondisi lalu lintas.
Rasa & Respons Warga
Mencakup aspek subjektif seperti rasa aman, kenyamanan, serta kepuasan pengguna terhadap infrastruktur dan layanan transportasi.
Walkability &
Green Mobility
Menyoroti kualitas lingkungan untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda, termasuk ketersediaan ruang hijau dan jalur ramah lingkungan.
Keseimbangan Sosial & Inklusivitas
Memastikan mobilitas dapat diakses oleh seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia, disabilitas, serta kelompok berpendapatan rendah.
Metodologi
JAKmove dibangun menggunakan pendekatan analisis faktor terhadap 15 indikator mobilitas yang dikelompokkan ke dalam lima dimensi utama. Skor akhir dinormalisasi agar bisa dibandingkan antar wilayah dan digunakan untuk analisis spasial dan kebijakan.
Baca MetodologiIndeks per Kecamatan
Indeks JAKmove bantu mengidentifikan kecamatan mana yang paling mudah dijangkau, paling nyaman dilalui, dan mana yang masih butuh perhatian.
Cengkareng
Peringkat terbaik pertama dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 78.59)
- Unggul sempurna dalam walkability dan green mobility serta efisiensi sistem.
- Skor tinggi pada rasa pengguna menandakan pengalaman warga yang memuaskan terhadap sistem transportasi.
- Aksesibilitas transportasi publik masih perlu ditingkatkan.
Cakung
Peringkat terbaik kedua dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 76.54)
- Cakung unggul dalam kesetaraan sosial dan meraih skor tinggi dalam pengalaman pengguna dan walkability.
- Wilayah ini cocok menjadi prioritas penguatan interkoneksi moda dan efisiensi sistem, guna mendukung potensi besarnya sebagai pusat mobilitas yang inklusif dan terintegrasi.
Duren Sawit
Peringkat terbaik ketiga dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 76.38)
- Mencatat skor sempurna dalam rasa dan kepuasan pengguna, serta sangat kuat di utilisasi sistem dan walkability.
- Dimensi aksesibilitas dan kesetaraan sosial masih jadi pekerjaan rumah untuk menjangkau lebih banyak kelompok rentan.
Pulo Gadung
Peringkat terbaik keempat dari seluruh kecamatan di Jakarta (Skor JAKmove: 66.48)
- Pulo Gadung menonjol dalam aksesibilitas transportasi publik, tetapi tertinggal dalam kesetaraan sosial dan rasa pengguna.
- Ketersediaan infrastruktur belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi pengalaman yang nyaman dan adil bagi semua warga.
- Intervensi berbasis rasa dan inklusi sangat dibutuhkan di wilayah ini.
Frequently Asked Questions
Apa manfaat JAKmove bagi komunitas dan warga?
JAKmove membantu menunjukkan ketimpangan pengalaman mobilitas yang dirasakan warga. Komunitas bisa menggunakannya sebagai bahan advokasi agar pemerintah lebih peka terhadap kebutuhan transportasi, ruang terbuka, dan konektivitas lokal.
Bisakah JAKmove diadopsi untuk kota lain di Indonesia?
Bisa. Struktur JAKmove bersifat modular dan fleksibel. Kota lain dapat mengadaptasinya dengan menyesuaikan variabel lokal dan ketersediaan data, menjadikannya kerangka awal untuk Urban Mobility Index Indonesia.
Apakah JAKmove bisa berkontribusi pada capaian SDGs atau agenda global?
Ya. JAKmove sangat relevan dengan SDG 11 (kota berkelanjutan dan inklusif) dan sejalan dengan New Urban Agenda (UN-Habitat), terutama dalam mendorong mobilitas yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada warga.
Apakah setiap dimensi JAKmove punya bobot yang sama?
Tidak selalu. Melalui Confirmatory Factor Analysis (CFA), ditemukan bahwa dimensi Aksesibilitas dan Rasa pengguna memberi kontribusi lebih tinggi terhadap variasi indeks dibanding dimensi lainnya.
Kenapa dimensi 'Rasa dan Respons Pengguna' penting?
Karena statistik resmi tidak menangkap rasa tidak aman atau pengalaman buruk warga. Dengan scraping ulasan dan rating publik, dimensi ini mencerminkan kualitas pengalaman pengguna secara langsung.